PROMISE

Dewi Malam itu berjanji pada Mentari

TEMAN WANITA

Untuk Teman Wanita-Ku

KISAH DIA dan DIA

Anginpun menjadi pembawa berita

BUAH DARI HATI

Aku butuh senandungmu sebagai pengantar mimpi

Sulaman Untuk Dunia

Ketika aku merajut sebuah impian, aku memerlukan aneka warna benang agar ia menjadi nyata yang indah dalam hidupku. Karena tak selalu pelangi yang hadir, hitam pun menjadi bermakna dalam sebuah perjalanan hidup.  Jarum yang akan menyakiti ujung jariku jika tak teliti menggunakannya, tetap aku perlukan agar benang-benang itu tersulam indah dan rapih.

Aku adalah Pribadi


Ingin menjadi seekor Angsa. Putih dan Cantik.
Ingin menjadi seekor Elang. Tajam dengan kondisi dan Gesit dalam mengatasi rintangan.
Ingin menjadi seekor Harimau. Di balik aumannya tetap tersimpan kasih sayang untuk anaknya.
Ingin menjadi seekor semut. Mampu bekerja sama dengan sekitarnya untuk menopang tujuan bersama.

GoresanKu Untuk 2011

Happy New Year 2011

Detik terakhir di 2010 pun akan menyambung dengan detik pertama di 2011. Ya, aku tak berucap bahwa putaran waktu akan usai dengan pergantian almanak di dindingku. Karena catatan di lembaran hidupku tak bisa aku tutup dengan pergantian waktu.

Sebuah Episode tak Berjudul


Membuka lembaran kertas yang mengisahkan hidupnya. 
Aku tertegun ketika menatap sehelai kertas kosong. 
Tampak berbeda dengan lembaran sebelum dan sesudahnya. 
Tak tersaji huruf yang saling merangkai kata untuk membuat sebuah kisah. 
Entah bahagia, entah sedih. Kosong. Semakin aku amati, yang ada hanya sebuah tanda titik.

MERAPI Tak Pernah Ingkar Janji


Alhamdulillah, Gunung Merapi tak Lagi Keluarkan Awan Panas
Dear, Merapi. Di suatu senja, aku, 16 tahun lalu, menatapmu dengan takjub dari balik kaca mobil yang membawaku ke kota Magelang. Bahagia rasanya bisa menatapmu secara langsung, karena selama ini aku hanya melihatmu melalui lembaran buku di sekolah atau mendengar tentang dirimu dari cerita guruku.

Mawar enggan menjadi Kembang

Terlalu merahkah warnaku ?
Hingga manusia melambangkan cinta untuk tiap tangkaiku.
Terlalu harumkah aromaku ?
Hingga cinta harus seharum aromaku.

Sebuah Tanya untuk Ragaku


Terbit sebuah episode. Ketika kata mulai merangkai menciptakan sebuah makna kehidupan. Aku tumbuh dari seorang gadis kecil yang bermimpi tentang sebuah keindahan dan  kesuksesan.

Ktk Langit Allah BerTakbir

Satu purnama berlalu. Dan aku akan merindukan purnama terindah itu kembali. Aku lepas kepergiannya dengan air mata yang memanjat di kelopak mataku. Namun aku pun sadar, tak akan bermakna indah bila air mata itu berderai tanpa diiringi niat dan tobat yang tulus ....

Sabda Alam utk Persahabatan

Bersabdalah alam tentang arti persahabatan :

Manusia tak akan mengatakan pelangi itu indah jika yang hadir hanya sang merah. Lalu mengapa kuning dan hijau harus iri padanya ? Bahkan tanpa birunya langitpun, pelangi tak akan memberi makna utuh untuk kehadirannya.

Kertas Folio itu mulai Bermakna .........

20 tahun lalu.......... saat perang AS-Irak menjadi berita utama di dunia ....
Ayahku datang memberiku selembar kertas folio yang dibelinya dari sebuah warung. Aku yang sedang belajar, bingung menatap lembaran kertas kosong tak bermakna itu. Dia hanya berkata singkat sambil tersenyum, "Tulis.........".

Kisah Merpatiku

Merpati kecilku semalam berbisik ttg arti sebuah ciuman sayang. Dia enggan ciuman itu jika hanya sebatas rutinitas yg kulakukan tiap pagi dan malam.

Promise

Dewi Malam itu berjanji pada Mentari
Kamu akan merasakan sentuhanku
Kamu akan menikmati ragaku
Karena Dewi Malam mengerti

BUAH dari HATI

Aku hadir
bahkan ketika kata belum mampu dimaknakan dalam bahasa
Aku akan tetap ada
di masa depan.....

Untuk Temanku Wanita

Aku belajar dari seekor angsa putih yang acap bercermin di kolam
tentang keindahan, cantik dan putih
Aku belajar dari pola hidup semut yang merayap di dinding
tentang makna berbagi

Kisah Dia dan Dia

Ketika rindu menyapanya, air mata memanjat dikelopak matanya
Menjadi samudra biru di wajahnya
Meski dia tak bisa menggapai raganya
untuk merasakan hangat dalam peluknya
Dan

Gundah

Ketika kepercayaan itu dibangun di atas angan, apakah pantas aku untuk memberikan kepercayaan padanya ?
Ketika kepercayaan itu diikrarkan tanpa jabatan erat dua telapak tangan, apakah kejujuran yang akan aku dapat dari tulisannya ?

Kisah ilalang


Sehelai ilalang kering tercabut, terbawa angin, terdampar di peraduan rumput hijau. Dia tampak berbeda. Lusuh, kerontang, tak berwarna. Sehelai rumput beranjak mendekatinya, mencoba memberinya senyum, menyapanya. Dalam hatinya, rumput itu tahu, sang ilalang menyimpan sebuah perjalanan hidup yang tak sekejap. "Dulu, kala itu, aku adalah kamu. Muda, segar, dan hijau. Setiap pagi ada ribuan tetes embun yang menghampiriku, memberikan nafas kehidupan bagi ragaku. Aku tumbuh menjadi dewasa. Tapi tumbuhku hanya dalam bentuk ragaku. Aku tak punya hati dan asa. Aku berjalan tanpa kaki, menatap tanpa mata, dan mendengar tanpa telinga. Angkuh. Aku merasa bisa memeluk dunia tanpa sambungan pelukan dari raga lain. Sampai aku sadar, bahwa dunia ini terlalu luas untuk aku tinggali sendiri. Sampai aku sadar, aku telah lelah mencari jati diri yang tak pernah aku temukan. Karena aku tak pernah melirik dunia di sekitarku. Jangan menjadi aku, meski itu hanya dalam sebuah mimpi ......"

Asa


Angin itu datang dengan sekejap. Tanpa deisiran dan tiada sepoi2. Maha dahsyat. Saat aku tak punya daya, dan tak bisa pergi, bahkan selangkahpun tak bisa aku tapaki. Terasa berat terpikul di pundakku. Terasa penuh terisi dalam otakku. Rasa itu mengalir dalam setiap aliran darahku. Jiwaku luluh lantah. Aku merasa hampa, kosong, nol. Semua terbang dalam pusaran angin, bagai butiran2 debu tak bernyawa. Tapi mereka sempat berbisik : "Wahai jiwaku, aku adalah asa mu ...... kumpulkan aku dalam tekadmu. Aku pasti berujung, karena aku bukanlah sekedar mimpi, tapi kenyataan yang harus kamu hadapi dan kamu raih dalam gengaman hidupmu ....."

Bumi pun Bertanya


Bumiku menangis : "Usiaku senja, tubuhku semakin lemah, kulitku berkeriput, pandanganku sirna, pendegaranku hilang. Tapi hatiku tetap terjaga. Aku tetap merasakan bagaimana kalian menumpahkan darah dengan sia2 di tanahku. Basah dan dingin. Aku tetap bisa menjerit ketika kalian mulai mendewakan harta dan kekuasaan. Aku pun masih bisa membatin kala kalian menjadikan kebohongan dan kepalsuan sebagai jubah penutup kebusukan diri. Apakah kalian lupa, di masa datang masih ada ribuan nyawa yang berhak untuk mendapatkan dan merasakan nilai keadilan dan rasa tenang dalam kedamaian ? Suatu saat, aku pasti mati ..... tapi aku berasa, matiku itu dapat bermakna dan meninggalkan cerita indah tentang kehidupan di masa lalu bagi mereka di masa datang ....... Akankah itu ?"

Setangkai Cinta Tak Termiliki


Dia disapa oleh cinta, saat dia tidak tahu makna cinta. Dia tidak bisa mengungkapkan cinta, karena sang penyapa tak pernah memulai berkata. Episode itu pun hanya terbit dalam lembaran2 putih, melalui pena bertinta hitam. Saat tinta itu kering, dia mulai merasa harus menutup episode itu dan memulainya di lembaran baru. Ribuan hari berlalu dan musim terus berganti. Tapi sang waktu tetap menyimpan keinginan menyuakan dia. Episode itu seakan tak rela dia tutup, saat dia tak mungkin kembali menyambung episode itu. Rasa itu tak bisa dia dustai. Ketika Sang penyapa mulai berani berkata, dia hanya bisa mendengarkan. Mereka punya rahasia hati, rahasia yang ingin dibuka oleh sang waktu dan diterjemahkan dalam episode berikutnya. Tapi, daya itu tidak ada lagi. Hanya episode itu akhirnya menemukan judul bagi dirinya, Setangkai Cintai Tak Termiliki .......

Yo Gabung my blog

 

Ip@t bLog Copyright © 2009 LKart Theme is Designed by Iwan Kurniawan,S.Si